Thursday, May 28, 2009

Luv at D'first Sight (2)

0 comments
loading...
Baca dulu Awal Ceritanya : Luv at D'first Sight

"Nih bang airnya,
Tumben jam sgini dah nongol?"
Perempuan itu memanggil Geger, dan memberikan teko dan gelas yang dibawanya.

"Hehe...ini Li, tadi bokin gua minta di bawain belimbing. Eh, gua liat di pojokan belimbingnya dah pada mateng, ya udah..gua ambil aja dah," jawab Geger.

"Apa'an?? daritadi yg metikin belimbing gua. Lu cuma tereak2 doang," umpatku di dalam hati.

"Eh iya, mpe kelupaan. Kenalin Li, nih temen gua. Ono noh..adeknya Riki."

Sempat kaget juga, saat Geger memperkenalkanku kepada gadis itu. Karena tanpa sepengetahuan dia, sedari tadi aku mencuri-curi pandang ke wajahnya.

"Lia..."

"Eh..M..Martin.." Sambil menyodorkan tanganku, dan menjabat tangan dari anak Pak Lurah itu.

Saat melihat wajahnya, di pikiranku langsung terlintas, kalau gadis ini jutek dan kurang ramah terhadap orang yg baru di kenalnya.


* * * * *


"Ger, itu tadi anaknya Pak Lurah..?" tanyaku saat kami berjalan di lapangan, arah menuju rumah pacar temanku itu.

"Lah eyak...emang ngapa..?" Geger balik bertanya.

"Nggak, cuma nanya aja," sambil terus berjalan.

"Ngapa emang Nez? Cakep ya..?" Geger kembali bertanya, dan mulai berusaha menggodaku.

"Cakep sih, tp jutek Ger..." Aku berusaha menyembunyikan rasa penasaranku.

"Jutek...kagak ah, dia mah mang kayak gitu. Klo baru kenal sama orang."

Ahaa...tepat kan dugaanku. Ternyata sikap dia yg tadi, memang karena baru melihat wajahku, untuk yg pertama kali.
"Jadi penasaran. Hehe..."


Sesampainya di rumah Asih, nama kekasihmya Geger, aku langsung duduk di bale yang ada di depan rumahnya.

"Lu kagak masuk Nez..?" tanya Geger.

"Ntar aja Ger, gua mau neduh dulu disini."
Kemudian aku melepaskan jaketku, dan mulai rebahan di bale tersebut.

"Ya udah, mau kopi kan lu.? Ntar gua suruh Asih yg bikin. Tapi, kopinya lu beli ndiri yak, hehe...."

"Iye, nih duitnya, bokin lu aja dah yg beli." Kataku, sambil memberikan selembar uang.

Memang sudah menjadi kebiasaan disini, kalau aku mau minum kopi atau teh, ya harus beli sendiri mentahannya. Nanti yg membuat pacarnya si Geger.
Tapi nggak tiap hari juga sih, terkadang begitu sampai di rumah Asih, aku langsung di suguhkan kopi. (Kalau stok gula dan kopinya masih ada, hehe...).

Sambil menunggu kopi, aku kembali memikirkan gadis tadi.
Dari perbincanganku dengan Geger saat menuju rumah Asih, aku mengetahui sedikit informasi tentang Lia.
Dia anak kedua dari empat bersaudara, dan ternyata anaknya Pak Lurah perempuan semua.
Masih sekolah kelas 1 SMA, sama denganku (tapi umurnya 1 tahun lebih tua dariku).
Orangnya ramah, dan enak di ajak ngobrol, kalau kita sudah mengenalnya.
Dan kata Geger, Lia merupakan anak kesayangan Umi (ibunya).
"Hmm...jadi penasaran, pengen kenal dia lebih jauh"

Diputus lagi yak :p....

Nih Kelanjutannya : Luv at D'first Sight (3)
loading...

No comments:

Post a Comment