Wednesday, June 03, 2009

Karena Mengirim Email, Seorang Wanita Di Penjara

5 comments
loading...
Well, mumpung lagi hangat-hangatnya berita tentang Kasus Prita, Seorang Ibu Dua Anak, yang diPenjara Karena Mengirim Email, jadi saya juga akan mencoba membahasnya disini.
Barusan saja saya melihat berita di Liputan6.com, bahwa ada seorang wanita yang dipenjara karena mengirimkan email ke teman-temannya, tentang keluhannya karna merasa kesal dengan pelayanan dari salah satu Rumah Sakit yang berada di daerah Serpong-Tangerang. Supaya kita mengerti apa seh 'duduk perkaranya'? Ini saya kutip berita langsung dari Liputan6.com :

Kasus ini bermula saat Prita mengirimkan surat elektronik kepada seorang kawannya. Prita bertutur pada 7 Agustus 2008 masuk rumah sakit karena panas tinggi dan pusing. Hasil cek darah menyebutkan trombosit Prita hanya 27 ribu. Karna itu dia harus dirawat inap. Darah Prita lalu diperiksa ulang dengan hasil sama dan diagnosa menderita demam berdarah.
Keesokan harinya, dokter berinisial H yang merawat Prita menginformasikan ada revisi hasil laboratorium. Yaitu jumlah trombosit 181 ribu, bukan 27 ribu. Prita kaget dan menanyakan soal revisi. Tapi dokter malah menginstrusikan perawat memberi sejumlah suntikan. Selama beberapa hari diberi berbagai suntikan, badan Prita membengkak. Prita akhirnya diberitahu terkena virus udara dan kembali disuntik meski kedua tangannya bengkak.
Tapi pihak rumah sakit tak juga menjelaskan nama penyakit yang diderita Prita. Sang pasien pun kesal dan menceritakan pengalaman buruknya itu pada sang teman. Kini tuntutan Perdata bagi Prita telah diputuskan berupa kemenangan rumah sakit. Sedangkan tuntutan pidana disidangkan besok.


Sebenarnya wanita ini gak ada niat sama sekali untuk mencemarkan nama baik dari Rumah Sakit yang pernah merawatnya itu. Email yang dia kirimkan ke kesepuluh temannya itu, ternyata masuk ke mailing list, dan dengan cepatnya menyebar keseluruh member mailing list tersebut.
Yah. .kita udah tau sendiri kan, gimana hebatnya mailing list? Cukup dengan mengirimkan 1 berita aja, selang beberapa menit semua member menerima berita yang kita kirimkan itu.
Saat liat kedua anaknya yang masih kecil, agak kasihan juga sih melihatnya. Karna udah sekitar 21 hari, mereka gak bisa ketemu dengan ibu mereka. Coba bayangkan, gimana kalo kita yang berada diposisi sang suami. Ngenes kan?

Dan yang membuat saya gak habis pikir, bukannya tiap pasien rumah sakit punya hak untuk tau tentang rekam medis pada dirinya? Bahkan hak tersebut tercantum di undang-undang. Ya kan?
Tapi ini kok nggak, hanya karna bercerita sama temen-temennya karna kekesalannya dengan pihak rumah sakit, dia malah dijebloskan kedalam penjara atas pencemaran nama baik. Welehh. . .welehh. . .Kesannya tuh Rumah Sakit bener-bener perfect kali ya? Sampai-sampai ada pasiennya yang ngeluh langsung dibawa ke 'meja hijau'. Ngeri juga kalo semua rumah sakit kayak gitu, hehehe. . . .

Anyway, yang saya liat, dengar dan baca, Ibu Megawati sama salah satu Anggota Komnas HAM, udah menjenguk ibu dua anak ini. Rencananya sih mereka mau merekomendasikan instansi penegak hukum supaya mempertimbangkan moral dalam menuntaskan kasus ini. Dan juga Anggota Komnas HAM tersebut meminta pasal pencemaran nama baik ditinjau lagi penggunaannya.
Yah. .mudah-mudahan aja dengan bantuan dari berbagai pihak, Prita bisa bebas. .and then melakukan aktivitas sehari-harinya dengan keluarganya seperti biasa. Ya walaupun saya kurang yakin, tapi saya percaya kok kebenaran bisa mengalahkan segalanya.

Menurut kalian sendiri gimana? Apa kalian punya pendapat yang berbeda? Atau ingin mengoreksi kesalahan saya?
Silahkan keluarkan pendapat kalian disini. Lebih bagus lagi kalo ada yang mau memberikan informasi terbaru tentang Kasus Wanita yang dipenjara karena mengirimkan email ini.

Thank's before
loading...

5 comments:

  1. turut prihatin yang sedalam dalamnya untuk bu prita.. semoga cepat bisa mengatasi masalahnya...
    repot juga... cuma mengeluarkan unek unek aja bisa masuk penjara.... rumah sakit kok bukanya bikin orang sembuh..dan bahagia.. malah bikin sakit...
    eh jangan jangan aku salah bicara lagi... ntar juga di seret ke meja hijau,,,hihih takut...

    ReplyDelete
  2. Hehe. . .gak perlu takut mas vicky, selama kita benar.
    Saya tetap percaya kok, nantinya semua akan terlihat, bhw kebenaran akan sulit utk dikalahkan^^

    ReplyDelete
  3. Aneh bin ajaib ya,
    Korban bisa jadi terdakwa

    ReplyDelete
  4. Yah. .inilah hidup mas, duit bisa merubah segala-galanya, hehehe. . .

    Thank's atas commetnya^^

    ReplyDelete
  5. Kebenaran dinegeri ini memang sering kali ternodai, mereka yg dipenjara seringkali bukan karena bersalah, tapi karena lemah (uang, kekuasaan, hukum dll), entar para blogger yg kasih komentar juga pada dipenjara semua?????

    ReplyDelete