Wednesday, June 17, 2009

Luv at D'first Sight (6)

0 comments
loading...
Baca dulu awal ceritanya

Yang ini cerita sebelumnya

Sambil menghampiri Yanti, aku menyalami tangannya dan memperkenalkan namaku.

Yanti, cewek yang satu ini lain daripada yang lain bila dibandingkan dengan adik-adiknya, hehe. . .
Cuek dan ceplas-ceplos, itu kesan pertama saat aku mengenalnya. Dia anak pertama dalam keluarganya, termasuk salah satu dari cewek matre seperti sebutan remaja jaman sekarang untuk menyebut cewek yang materialistis. Tapi setelah kenal dekat dengannya dia lumayan enak untuk dijadikan teman curhat.

"Li, pijetin gue dong. Mumpung gak ada laki lo !" Yanti berkata sambil memunggungi Lia dan memegang bahunya sebagai isyarat kalau bagian tubuhnya itu yang dimaksudkan untuk di pijat oleh Lia.

"Ya elaa. . a Yanti, seharian gak ngapa-ngapain juga, pake minta di pijet," sahut Lia.
Tapi tetap saja Lia menuruti permintaan kakaknya itu, hehe.

"Yahhh. . . .kagak ada rasanya. Lo mijet apa ngelitikin Li?"

"Yee. .bawel neh, udah bagus Lia mau mijetin," setelah berkata seperti itu, Lia lalu mengeraskan pijatannya.

"Nah, gtu dong. Ini baru namanya mijet, hehe"

Aku, Jaja dan Hanni hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka berdua.

"Hanni. . .daripada diem aja, mending Hanni pijetin Lia juga deh !" Lia berkata sambil terus memijat.

"Emm. .boleh, tapi a Ja'ong pijetin Hanni juga yah!"

"Oke. .siapa takut," jawab Jaja.

Yah, begitulah. .akhirnya mereka berempat pijat-pijatan. Dengan Yanti di posisi terdepan, dan Jaja di baris yang paling belakang.

"Tin, mau ikutan? Tapi lu mijetin gua yak, hehe?" kata Jaja yang mengajakku untuk ikut bergabung.
Aku melambaikan rokok yang ada ditanganku, sebagai isyarat bahwa aku tidak bisa memenuhi ajakannya.

"Oh. . .ya udah" Jaja mengerti dan melanjutkan memijat.

Tak lama kemudian Geger dan Mpok Eli yang sepertinya sudah selesai berdiskusi, berjalan menuju teras tempat kami sedang berkumpul.

"Wah, kebetulan nih badan gua lagi pegel-pegel. Ikutan ah," tanpa menunggu respon dari Yanti, Lia, Hanni dan Jaja, Mpok Eli langsung duduk di depan Yanti dengan posisi memunggunginya.

"Buset dah, gajah bengkak maen nimbrung aja," Yanti berkata saking kagetnya.

"Huss. . a Yanti.
Udah mpok duduk aja. .biar adil, kan a Yanti daritadi diem aja tuh," sahut Lia.
Mau tidak mau Yanti pun memijat bahu mpok Eli.

Lagi-lagi aku hanya bisa tertawa melihatnya.

"Nez, cabut nyok ! udah waktunya nih !" ajak Geger.

"Ya. .ayo," jawabku singkat.

"Ya udah. Mpok, 'Ong, Li, Han, Yan. Cabut dulu yak, biasa. .wakuncar dulu," pamit Geger

"Saya juga pamit dulu mpok. Mari semuanya. Assalamu'alaikum,"

"Wa'alaikum salam. ." jawab mereka serentak.

Setelah berpamitan dengan semua penghuni GP, kami pun beranjak pergi menuju tempat pacarnya Geger.

Tapi sayang, ceritanye juga mpe sini dulu yak :p

Lanjut lagi yuk :D


loading...

No comments:

Post a Comment