Sunday, June 28, 2009

Luv at D'first Sight (7)

2 comments
loading...
Baca dulu awal ceritanya

Yang ini cerita sebelumnya

Setelah berpamitan dengan semua penghuni GP, kami pun beranjak pergi menuju tempat pacarnya Geger.

"Hmm. .ternyata keluarga pak lurah welcome sama setiap orang. Seru juga"

"Woi Nez, ngapa lu? daritadi gua liat diem aja ?"

"Eh. . ngapa Ger ? Rokok?" kaget karena tiba-tiba Geger bertanya. Aku tidak begitu menyimak apa yang di tanyakannya tadi. Kuhentikan langkahku, dan langsung kurogoh saku depan celanaku, untuk mengambil rokok.

"Idih. .gua tanya kenapa, malah di tawarin rokok," Geger terus berjalan, sambil tersenyum geli melihat ekspresi mukaku.

"Lah, emang tadi lu ngomong apa'an Ger? Minta rokok kan?" aku kembali berjalan dan mencoba menyusul Geger.

"Nez. .Nez. .Lu ngapa sih? Perasaan dari keluar GP lu diem aja dah. Kesambet lu?" Tiba-tiba saja Geger berhenti, melepaskan sandal dan kemudian duduk di rumput, di atas sandal yang tadi di lepasnya. Terpaksa aku pun menghentikan langkahku, dan tetap berdiri di sebelahnya.

"Kok berenti disini Ger? Katanya mau kerumah bokin lu?" aku masih belum mengerti, kenapa Geger malah duduk di rumput yang berada tepat di tengah-tengah lapangan.

"Udeh duduk dulu, mana tadi rokoknya?"

Tanpa berkata apa-apa aku lalu menuruti perintahnya dan memberikan rokok yang tadi telah kuambil. Setelah itu aku duduk di atas rumput seperti yang dilakukan Geger, dan ikut menyalakan sebatang rokok, mau tak mau pertanyaanku yang tadi belum dijawab kulontarkan kembali.
"Heh. .ngapa emang, kok brenti disini Ger?"

"Fuuuhhh. . . .Gua lupa tadi mau bilang ke elu, bokin gua kemaren nyuruh gua nunggu dia disini. Katanya dia mao nonton dangdut dulu ama temennya," jawab Geger sambil menghembuskan asap rokoknya perlahan-lahan.

"Oh. .gua pikir mau ngapain brenti disini" untung saja tepat dibelakang punggungku, ada tiang gawang. Langsung kusandarkan punggungku dan kuhembuskan asap rokok yang tadi kubakar hingga membentuk lingkaran kecil.

"Eh iya, tadi kan lu bilang cewek lu abis nonton dangdut, mau kesini sama temennya kan?"

"Eyak, ngapa emang ?" jawab Geger.

"Cewek kan Ger?"

"Beh. .iya lah, masa sama cowo? Gua beri duluan ntu cowo?"

"Ya elaaa. .pan cuma nanya doang Ger," kataku sambil menghisap rokok kembali.

"Ya lagian elu, nanyanya ada-ada aja. Tenang aja dah Nez, ntar gw kenalin dah ama temennya Asih,"

Aku tak menanggapi omongannya, dan lebih memilih untuk memperhatikan pemandangan di sekelilingku.
Hmm. .enak juga disini, adem. .sepi. .tenang. .gelap lagi. .hehe. .
Pantes si Geger betah malem mingguan di mari, orang-orang yang lewat juga gak bakal nyadar, ada yang mojok disini. Gak keliatan klo diliat dari jalan
,"
Jam masih menunjukkan pukul 21.30 wib, tapi suasana di lapangan saat itu sudah sangat sepi. Hanya terdengar suara jangkrik dan suara kodok yang sahut-menyahut. Rumah pak lurah terlihat jelas jika di lihat dari lapangan, rumah yang terang dan sangat kontras dengan cat temboknya yang berwarna putih. Kesan pertamaku saat melihatnya, GP adalah rumah yang sangat cerah dan membuat siapapun yang tinggal disitu akan dibuat nyaman oleh keindahan rumah tersebut. Memang sangat cocok jika dijuluki "Gedung Putih".

"Ger, tadi gua denger waktu Hanni manggil Lia sama Yanti, kok pake aa, Ger? Si Lia juga sama, manggil kakaknya a Yanti?"

"Hehe. .tau dah, udah dari sononya kayak gitu. Gara-gara kebiasaan dari kecil, ampe gede jadi keterusan,"

"Ooohhh. . . ."

"Jadi itu toh sebabnya" gumamku dalam hati.

"Ah. .oh. .ah. .oh. .awas lu jangan lebar-lebar. Nyamuk masuk ntar !" canda Geger.

"Nanan ah. . .
Mane lagi cewek lu, lama bangat Ger?" inilah pekerjaan yang paling membosankan bagiku, menunggu.
Geger tak menjawab pertanyaanku, dia malah sibuk menyalakan rokok lagi.

"Beh. .si Asih lama bangat ah. Kagak tau apa, darah gua ampir abis neh di sedotin nyamuk daritadi," sungutku dalam hati.

PLAKK. .

"Hahahaha. . .nyantai aja Nez, nyamuk kecil kayak gitu, lu mukulnya mpe pake emosi," Geger kembali menggodaku yang sedang sibuk menepuk nyamuk-nyamuk yang daritadi mencoba menghisap darahku.

PLOKkk. . PLAkKK. .PLoKkK. .

"Arrggghhh. . .sompret bangat nih nyamuk, mentang-mentang gua pake item-item....!!!"

" Ckakakakak. . .huahahahaaaa. . .gara-gara nyamuk aja, ampe sgitunya lu Nez," Geger terus mentertawaiku.

"Ahh. .monyong lu. . Elu enak pke celana panjang, nah gua?? Tau gini tadi gua pke celana panjang dah.
Malah rokok abis lagi. Gua ke warung dulu dah beli rokok. Gatel-gatel badan gua disini !!" aku lalu berdiri dan memakai sandalku, lalu pergi menuju warung rokok yang letaknya di sebelah rumah pak lurah. Tak kupedulikan suara tertawa Geger, yang sedang senang melihat penderitaanku.

Bersambung lagi yak :p

Nyambung lagi neh
loading...

2 comments: