Wednesday, June 24, 2009

Semburan Lumpur Serang Berbeda Dengan Semburan Lumpur Lapindo

2 comments
loading...

Gambar diambil dari Kompas.com


Semburan Lumpur di Serang sampai saat ini masih membuat warga Kampung Astana, Desa Walikukung, Kecamatan Carenang, Serang, Banten, merasa khawatir. Karena mereka takut nantinya semburan lumpur serang ini akan sama seperti semburan lumpur lapindo yang melanda warga Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, dimana yang telah kita ketahui semburan lumpur di Sidoarjo telah membuat rumah-rumah mereka lenyap terendam oleh lumpur.
Namun begitu, warga diminta untuk tidak terlalu khawatir dengan keadaan tersebut. Karena potensi lumpur di Serang menjadi besar seperti di Porong masih amat jauh.
Hal ini dikuatkan dengan pernyataan dari Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Surono menyatakan, lumpur di Serang jangan dulu disamakan dengan lumpur Lapindo yang hingga kini belum bisa diatasi.
Mengenai kandungan gas methan dalam lubang semburan, menurutnya, bukan merupakan sesuatu yang berbahaya karena gas methan bisa terkandung dimanapun.
Tidak berbahayanya semburan lumpur di Serang, juga dibuktikan dengan fakta keberadaan gunung api dan hasil riset tentang kandungan gas berbahaya disekitarnya.

Berdasarkan data keberadaan gunung api, disekitar tempat semburan lumpur, memang terdapat Gunung Karang yang memiliki tipe B. Artinya, gunung ini tidak memiliki catatan aktivitas vulkanik sejak tahun 1600.
Oleh karena itu, magma yang ada di dalam gunung kemudian mengalami pendinginan dan mengeluarkan gas.
Akibat dorongan energi sangat kecil, maka gas terperangkap didalam tanah membentuk lapisan seperti lensa. Bila lensa ini di bor dengan kekuatan tinggi, maka gas kemudian keluar bersama dengan lumpur dan air.
Berdasarkan analisis gas berbahaya yang dilakukan PVMBG tahun 2007 di tiga daerah sekitar Carenang (Cikeusal, Walantaka, dan Pontang) yang berjarak tidak sampai 100 kilometer dari Carenang, semburan gas itu tidak dianggap berbahaya.
Surono mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten sudah memiliki hasil analasis itu. Analisis tiga daerah itu menemukan kandungan gas, yaitu CO, CO2, H2S, SO2, dan CH4. Namun jumlah kandungannya tidak membahayakan masyarakat sekitar.

Yah. . .semoga saja benar, dan ini menjadi kabar baik bagi warga Carenang. Setidak-tidaknya sekarang kita telah mengetahui letak perbedaan lumpur di Sidoarjo dengan lumpur di Serang :)
loading...

2 comments:

  1. mantab infona...mnrtmu mudvulcano d keduana mirip dengan mudvulcano yg d daerah sangiran gag?

    ReplyDelete