Wednesday, September 16, 2009

Rejeki Dan Musibah Datang Bersamaan

21 comments
loading...


Hiuh. . .akhirnya ada waktu luang juga. Pertama-tama saya ingin berterima kasih dulu kepada sobat-sobat yang masih setia untuk mampir ke blog bisnis online ini, walaupun sudah 3 hari blog ini tidak di update :D. Maaf karena saya tidak bisa balik berkunjung ke blog kalian, dan maaf juga untuk sobat yang mengajak tukeran link tapi sampai sekarang belum saya tanggapi. Bukannya saya sombong, tapi memang belakangan ini lagi banyak urusan, jadi tidak sempat untuk menengok blog ini, hehe. Mudah-mudahan setelah ini saya masih sempat berkunjung.
Oke. . cukup pembukaanya, sekarang mari ke intinya :D (emang mau ngapain?). Hehe. .kali ini saya ingin curhat pada sobat-sobat sekalian, dan mungkin sedikit memberikan tips juga nanti :D
Langsung aja deh, , ,gini loh, kebetulan kemarin ini saya (tepatnya keluarga saya), baru saja mendapatkan musibah, sebuah musibah yang bisa  dijadikan pengalaman yang sangat berharga.

Cerita ini dimulai saat kawan lama saya tiba-tiba saja berkunjung kerumah, setelah kurang lebih tiga tahun kami tidak bertemu. Lumayan kaget juga dengan kedatangannya, karena dulu saat ia pergi, ia tidak berpamitan pada saya dan juga teman-teman yang lain. Saat berkunjung, ibu langsung mengantarkannya kekamar saya (ini memang sudah kebiasaan, apabila ada teman yang berkunjung dan kebetulan saya sedang dikamar). Kami langsung bersalaman dan berpelukan erat layaknya sahabat karib yang lama tidak bertemu (jangan berpikiran yang nggak2 ye :p), langsung kupersilahkan ia duduk dan kemudian kami pun mengobrol dan saling menanyakan kabar satu sama lain (hal ini berlangsung hingga sore hari).

Singkat cerita, saat berbuka puasa pun tiba, kami berbuka puasa di kamar saya dengan hidangan yang telah disediakan oleh adik perempuan saya. Ba'da Isya, ibu tiba-tiba saja kebelakang menuju kamar saya (kamar saya letaknya dibelakang sendiri, jauh dari ruang utama dirumah kami), saat berada dikamar, ibu langsung memanggil saya. Langsung kuhampiri ibu dan menanyakan ada apa, sepertinya ibu ingin memberitahukan sesuatu yang penting. Ibu langsung menjelaskan bahwa akhirnya gaji ayah diperusahaan tempatnya bekerja dulu telah dikirim ke rekening ayah (ibu memang biasa bercerita kepada saya apabila ada masalah penting di keluarga kami). Adam Air merupakan perusahaan tempat ayah bekerja dulu, kalian pasti sudah tahu tahu tentang kabar dari perusahaan penerbangan ini. Syukur Alhamdulillah, itulah yang langsung terucap dimulut saya , dan tentu saja ibu pun sangat bersyukur dengan rizki yang diberikan oleh Allah. Dengan melihat wajah berserinya, saya sudah bisa menebak bahwa ibu tidak lagi dipusingkan mencari dana untuk membayar janjinya kepada adik-adik saya untuk membelikan mereka pakaian baru.

Setelah seharian mengobrol, akhirnya saya tahu tentang keadaan sahabatku ini. Ia kini tinggal di Jakarta, tepatnya di Lebakbulus, disana pula ia bekerja untuk menghidupi  istri dan anaknya. Saat mengetahui  ia telah berkeluarga, saya  lumayan kaget dibuatnya. Ya. . .umurnya memang jauh lebih muda dari saya (hampir seumuran dengan adik perempuan saya yang kedua), itulah kenapa saya sempat kaget saat ia bercerita sudah menikah sejak tahun 2008 silam. Tapi itulah jodoh, tidak ada yang tahu kapan datangnya :).
Seharian dikamar membuatku sumpek, saya pun mengajaknya berkeliling dengan menggunakan sepeda motor. Sebelumnya sepeda motor ini digunakan oleh ayah dan ibu untuk mengambil uang yang tadi saya ceritakan, mereka pun sempat berbelanja pakaian untuk adik-adik saya. Dua jam lebih kami  berkeliling, berputar-putar tak jelas didaerah rumah saya. Ya. . .memang saya tidak berencana untuk pergi ke suatu tempat, tujuan saya saat itu hanya ingin mencari angin, mencuci mata :p dan sedikit mengorek-ngorek tentang sahabat saya itu (entahlah, saat itu saya mempunyai keraguan tentangnya).

Puas berkeliling, kami pun kembali pulang. Kalau tidak salah sekitar pukul 23.30 WIB kami sampai dirumah. Didalam kamar ia langsung menyalakan dvd dan menonton film action yang ia pilih (beneran film action, bukan yang lain :P). Sudah menjadi kebiasaan, saya tidak tidur sampai subuh. Tapi, entahlah. . .saat sedang asyik menonton film, tiba-tiba saja mata saya sangat berat sekali, serangan kantuk yang tiba-tiba membuat saya langsung tertidur saat itu juga. Saya tidak ingat apa-apa lagi setelah itu.
Sekitar pukul 01.30 WIB, saya langsung terbangun dan mata saya berkeliling untuk melihat keadaan kamar saya. Kawan saya yang semula berada disebelah saya (kebetulan saat itu saya berada dikasur, sedangkan ia memilih tidur di lantai), sudah menghilang entah kemana. Pintu kamar tertutup, sudah pasti di kunci dari luar. Saya pun berdiri dan bermaksud membuka pintu kamar untuk mencari tahu kemana perginya sahabat saya itu. Awalnya saya pikir ia sedang dikamar mandi (kebetulan di sebelah kamar saya, ada kamar mandinya juga), pintu kamar ia kunci dari luar mungkin supaya nyamuk tidak masuk. Saya panggil-panggil namanya, tapi tidak ada sahutan. Saya ketuk pintu dari dalam, tetap tidak ada sahutan. DAG. . .DIG. . .DUG. .jantung saya langsung berdegub kencang, kekhawatiran yang sedari tadi menggangu, langsung melanda pikiran saya. Dengan terpaksa pintu kamar pun saya dorong dengan keras (supaya grendel yang mengunci pintu dari luar langsung terlepas), setelah dorongan ketiga. . .pintu pun terbuka.

Langsung saya periksa kamar mandi, ternyata memang benar kosong. Lalu saya menuju ruang tamu (tempat motor terparkir), alhamdulillah. . .ternyata motor saya masih berada ditempatnya semula. Saya periksa juga ruang keluarga untuk memastikan tidak ada benda yang hilang. Semua saya lihat masih pada tempatnya yang semula. Diruang keluarga, saya lihat kakak dan adik laki-laki saya tertidur dengan TV masih dibiarkan dalam keadaan menyala. Sepertinya mereka tertidur saat sedang menonton TV.
Selesai memeriksa keadaan rumah, saya langsung kembali kekamar. Dikamar saya juga memeriksa barang-barang saya, dan saya pun langsung tenang karena tidak ada satupun barang saya yang hilang. TV dan DVD sudah dalam keadaan mati kembali, HP masih tergeletak rapih dengan charger-an yang menempel.
"Trus tuh orang kemana? kok tahu-tahu ilang gitu aja?"
Ingin rasanya membangunkan kakak saya untuk menanyakan tentang hilangnya sahabat saya itu, tapi saya urungkan kembali. Saya putuskan untuk bertanya nanti saja saat sedang sahur.
.Pukul 02.00 WIB saya mendengar suara ribut -ribut di dapur, langsung saya menuju kesana untuk melihat siapa yang membuat suara-suara ribut tersebut. Ternyata ibu sudah bangun dan sedang sibuk memasak makanan untuk sahur kami nanti.
"Mungkin pamitnya sama Riki kali, kan kamu dah tidur, jadi nggak enak bangunin kamu", itulah jawaban ibu saat saya tanyakan tentang sahabat saya yang tiba-tiba menghilang itu. Yah. . .mungkin benar apa yang beliau bilang.
Pukul 03.00 WIB, semua keluarga saya pun sudah bangun untuk santap sahur bersama-sama. Seperti biasa, saya memilih untuk makan dikamar sambil menonton acara favorit saya. Saat sedang asyik-asyiknya menonton, tiba-tiba saja kakak saya berdiri didepan kamar. Kebetulan, langsung saya ulang pertanyaan yang tadi saya lontarkan ke ibu padanya.
"Nggak, justru gua mau tanya, loe liat HP gua nggak?". DEGG. . .saya langsung hentikan makan, dan membantu Riki kakak saya untuk mencari Handphone-nya. Ruang keluarga yang semula sepi, hanya terdengar bunyi sendok dan piring yang sesekali beradu, tiba-tiba saja langsung ramai dengan suara ibu yang menangis sambil beristighfar berkali-kali.
"Astaghfirullahal'azim. . .Martin. . .temen kamu ngambil uang mama Tin. Uang di dompet habis semua Tin"
Ya Allah, benar saja. Dompet ibu kulihat kosong, tanpa ada uang sepeserpun disana. Setelah memeriksakan semuanya, ternyata Handphone ayah pun ikut hilang. Dua Handphone dan uang tunai sekitar Rp.1,2jt. Jika ditotal, sekitar Rp.2jt lebih kerugian yang kami dapatkan akibat ulah orang yang sudah kuanggap sebagai sahabat karib saya itu. Tidak besar memang, tapi jumlah segitu cukup besar untuk kami sekeluarga.

Itulah ceritanya, sebuah rejeki yang datang bersamaan dengan musibah :). Dari kejadian ini, kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Kami sekeluarga pun menjadi jauh lebih hati-hati dalam menerima tamu, baik itu tamu asing ataupun tamu yang lama tidak berkunjung. Kami tetap mensyukuri kejadian ini, karena kami sekeluarga masih diselamatkan oleh Allah.
Belakangan saya tahu, bahwa ternyata sebelumnya kawan-kawan saya yang lain sudah menjadi korbannya juga. Dan yah. . .lagi-lagi handphone dan uang tunailah yang menjadi sasarannya. Saat melakukan aksinya, ia menggunakan ilmu yang dikenal warga didaerah rumah saya dengan sebutan ilmu sirep.
Satu hal yang masih membuat saya bingung hingga sekarang, kenapa justru barang-barang dikamar saya tidak dijadikan sasaran juga olehnya? Well. . .I have no idea about that, yang jelas saya masih tetap bersyukur dengan kejadian yang menimpa kami  ini. Semoga sobat-sobat sekalian bisa mengambil hikmah dari cerita yang saya alami ini :).
loading...

21 comments:

  1. weleh emang dikota hidup serba mepet sampai2 kepepet -halah- untung aq tinggal di desa om...
    sapi diluar gak pernah dikunci pun gak hilang =))*lagian sapi kan gak bisa dilipet XD
    sabar om

    ReplyDelete
  2. memang sangat kesal bila diperlakukan sebegini, sementelah lagi teman yang kita kenal bertahun-tahun... bersabar ya sob.
    semoga Tuhan melindungi dan merahmati anda sekeluarga...

    terima kasih karna berbagi pengalaman...
    SELAMAT HARI RAYA, MAAF LAHIR DAN BATIN

    ReplyDelete
  3. weleh bejat nya tuh orang, manfaatin teman yang baik. aku turut bersimpati ya. makanya heran juga lama ngak nongol , moga setelah ini adalah hikmah dan rejeki besar dari tuhan ya fren. oiya sekalian share cerita ini di blogku

    ReplyDelete
  4. biar jadi pengalaman buat yang lain fren

    ReplyDelete
  5. Semoga mas NumB3R tetap tabah n tetap semangat yach mas. Tega banget temenx mas, rela makan temen sendiri x(

    ReplyDelete
  6. dibalik peristiwa pasti ada hikmah nya sob...semoga semua menjadi pelajaran berharga .....

    ReplyDelete
  7. @opotoiki : hehe. . .ada benernya jg Ram, kota memang bisa merubah tabiat orang dgn cepat. Tapi, bkn berarti di desa aman sentosa loh :D. Semua kembali ke pribadi masing2. Asalkan bisa menjaga iman dan prinsip hidup serta mengekang nafsu, Insya Allah kita tidak terjerumus ke lubang syaithon :)

    @al-basri : trima kasih bnyk sobat. Amin. .semoga :).

    @ramlan : thanks sob. Amin. .silakan sob, moga bermanfaat :)

    @newblogger : Amin. . .ya harus dong sob. Justru dgn kejadian ini, saya jd lebih semangat lg :D

    @radja guns : ur rite sobat. .yup. .itulah yg ingin sampaikan lwt cerita ini. Thanks a lot for all of u my bestfriends :)

    ReplyDelete
  8. Tega bener ya tuh orang. Padahal dulu sahabat karib. Sabar ya sob! Ambil hikmahnya aja.

    ReplyDelete
  9. Sabar dan tetap semangad b0z, , ambil hikmahnya, ,

    ReplyDelete
  10. assalamualaikum, takhaballahumina wa minkum, met idul fitri, mohon maaf 1430 H lahir batin

    ReplyDelete
  11. allahu akbar, tegang, gembira campur jadi satu kang, mengharubiru. sopo jenenge koncomu kui, njajal tak anune ko kene.
    bener2 pengen di sembelih ntu orang

    ReplyDelete
  12. alkatro kira malah mas bos lagi sakit..yah memang tidak semua manusia seperti kelihatannya.. adik sepupu ane juga pernah ngalami hal seperti ini; Semoga Gusti Alloh memberi limpahan rezeki di lain hari

    ReplyDelete
  13. yaa sudah lah itu sudah terjadi...doakan saja supaya dia sadarr dan tobat

    ReplyDelete
  14. menanggapi masalah ini sekaligus tanggapan kamu barusan di blogku, aku rasa "rasa" iklas kamu memang patut di puji, masalahnya kalau dia masih berkeliaran ntar banyak korban lagi yg bakal jatuh ditangannya, bayangi aja kalau teman kamu yg lain ngalami, but keluarga dia menyalahkannya???kan jadinya semua bisa rusak fren gara2 dia ini?iya toh

    ReplyDelete
  15. Dibalik musibah, pst tersimpan suatu hikmah pren..mudah2an kita ttp sabar.

    ReplyDelete
  16. Duh kwalat tuh orang .. jaman sekarang memang banyak modusnya untuk jalanin penipuan dan perampokan ya..
    Kalau sy begitu pulang tarawehan... kaget karena pintu terbuka.. padahal ingta betul saat pergi tuh pintu dah dikunci.. yah.. ternyata ada tamu tak diundang deh.. dan itu herannya cuma 5 buah HP yg diambil yg lain kagak... lebih heran lagi.. HP anak saya.. disimpan di atas lipatan uang sebanyak Rp.740.000.. (anak saya bendahara salah satu panitia kegiatan ramadhan).. uang ini kagak diambil..padahal sempat dipegangnya.. karena posisinya dah rubah.. hehe..
    Soo.. kita mesti berhati2 kalau mau ninggalin rumah dlm keadaan kosong..

    ReplyDelete
  17. Astaghfirullah...moga gak pernah terjadi lagi kang...dan diganti rizki yg lain ma Allah..amin

    ReplyDelete