Friday, March 22, 2019

Cara Menerapkan Analisis Kompetitif Untuk Bisnis Anda

0 comments
loading...
Memonitor para kompetitor dapat membantu bisnis Anda dalam mengantisipasi pergeseran persaingan di pasar, mendapatkan informasi mengenai tren bisnis terbaru dan bagaimana taktik yang tepat dalam memanfaatkannya serta dapat membantu Anda untuk tetap bersaing.





Memonitor strategi kompetitor tidak hanya dilakukan dengan memantau media sosial mereka atau berlangganan pada email newsletter mereka.

Anda tentu harus memiliki strategi yang jelas di balik upaya Anda dalam bersaing dengan mempelajari strategi dan perkembangan kompetitor demi memastikan bahwa upaya Anda dalam memonitor para kompetitor jadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Untuk memastikannya, Anda harus menerapkan analisis kompetitif untuk bisnis Anda sehingga upaya dalam memonitor para kompetitor berjalan dengan baik dan berhasil. Mari mengenal analisis kompetitif lebih dalam.

Apa Itu Analisis Kompetitif?


Analisis Kompetitif adalah perbandingan strategi kompetitor Anda yang juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan beragam pendekatan kegiatan pemasaran dalam sebuah industri atau bidang bisnis.

Analisis kompetitif juga membantu sebuah bisnis dalam menentukan potensi keuntungan dan hambatan dalam pasar yang mengandung suatu produk atau layanan tertentu, dan secara umum membantu sebuah bisnis dalam memantau bagaimana metode kompetitor langsung (direct competitor) maupun kompetitor tidak langsung dalam mengeksekusi strategi mereka di berbagai bidang seperti pemasaran, penetapan harga produk/layanan, maupun kegiatan distribusi.

Kenapa Bisnis Anda Wajib Menerapkan Analisis Kompetitif?


Setelah mengetahui apa itu analisis kompetitif, Anda mungkin bertanya-tanya, “Jadi, apa sebenarnya keuntungan menerapkan analisis kompetitif terhadap bisnis saya?”

Alasan utamanya tentu saja karena persaingan dan akan sangat sulit bersaing bila Anda tidak mengenali siapa kompetitor Anda, kekuatan dan kelemahan mereka, hingga strategi yang digunakan untuk menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan.

Bila Anda menjual produk, analisis kompetitif akan membantu Anda dalam hal:
  • Membuat keputusan pemasaran yang lebih tepat
  • Mengidentifikasi tren industri dengan lebih komprehensif dan jelas
  • Membuat tolak ukur untuk diri Anda sendiri sebagai sebuah pengusaha
  • Menentukan strategi penetapan harga
  • Menemukan cara baru untuk berkomunikasi dengan pelanggan
  • Menemukan celah di pasar yang bisa dimanfaatkan demi meningkatkan penjualan
  • Dokumen analisis kompetitif yang dibuat nantinya akan terus berevolusi seturut waktu mengikuti perkembangan bisnis Anda.

Dengan menerapkannya, itu artinya Anda memiliki salah satu metode yang sangat baik dalam mengukur seberapa kuat bisnis Anda dari segi branding maupun penjualan di tengah-tengah persaingan saat ini dan di masa mendatang.

Selain itu, analisis kompetitif juga akan membantu Anda dalam menentukan strategi bisnis di masa mendatang.

Bila sudah siap menerapkan analisis kompetitif, coba ikuti langkah-langkah berikut untuk menerapkannya:

1. Bikin Sebuah Daftar Berisi 5-10 Kompetitor

Terlebih dahulu, Anda tentu harus mencari tahu siapa saja kompetitor Anda, baik kompetitor langsung maupun yang tidak. Mulai dari Google atau mesin pencari lain dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan bisnis Anda.

Informasi yang Anda butuhkan adalah:
  • Bisnis yang menjual produk yang serupa dengan Anda
  • Bisnis yang memiliki premis/ide dasar dengan Anda
  • Bisnis yang memiliki kesamaan dalam hal target pasar maupun demografis
  • Bisnis baru maupun yang sudah berpengalaman yang serupa dengan bisnis Anda
  • Kumpulkan 5-10 bisnis yang masuk kriteria tersebut sebelum memutuskan untuk memilah bisnis yang hendak dianalisa.

2. Kumpulkan dalam Satu Dokumen MS Excel/Google Spreadsheet

Hal ini akan membantu Anda dalam mengorganisir data-data kompetitor yang telah Anda kumpulkan. Setelah itu, kategorikan kompetitor yang sudah terkumpul berdasarkan hal-hal berikut:
  • Rentang harga
  • Penawaran produk
  • Pengelolaan media sosial dan respon audiens di dalamnya
  • Konten apa yang digunakan untuk menarik perhatian calon pembeli secara online
  • Promo khusus bagi pengguna baru

Dan hal lain yang layak untuk dieksplor lebih lanjut

3. Identifikasi Kompetitor Utama (dan Kompetitor Sekunder)

Mulailah mengkategorikan kompetitor Anda, siapa saja kompetitor utama termasuk pula kompetitor sekunder. Dengan begitu, Anda akan terbantu dalam menentukan seberapa jauh kesinambungan kompetitor tersebut dengan bisnis Anda. Berikut urutannya:

Kompetitor Utama : Mereka yang secara langsung berkompetisi dengan bisnis Anda, seperti misalnya menjual produk/jasa kepada target pasar yang serupa dengan Anda.

Bisnis Anda dan kompetitor utama biasanya selalu dibanding-bandingkan sebelum pelanggan memutuskan untuk membeli produk dari bisnis yang mana.

Contoh nyata dari kompetitor utama adalah Coca-Cola dengan Pepsi maupun Nike dengan Adidas.

Kompetitor Sekunder : Bisnis yang menjual produk/jasa yang serupa dengan Anda namun menjualnya kepada target pasar yang berbeda.

Contoh nyatanya adalah produk-produk Apple yang secara khusus menargetkan target pasar menengah ke atas dan Samsung yang mampu mencakup golongan menengah ke bawah.

Kompetitor Tersier : Kompetitor jenis ini umumnya menargetkan pasar yang sama seperti bisnis Anda, hanya saja produk yang dijual berbeda.

Contohnya adalah Victoria’s Secret dengan Zara, menjual produk yang berbeda namun memiliki target pasar yang sama, yakni wanita berusia sekitar 20 hingga 29 tahun.

4. Kumpulkan Data Kompetitor Melalui Berbagai Aplikasi Online

Bila Anda sudah mengetahui siapa saja kompetitor utama, sekunder maupun tersier, sekarang saatnya untuk mengumpulkan data kompetitor menggunakan aplikasi online.

Sekarang ini ada banyak sekali aplikasi online yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan mengumpulkan data kompetitor. Tentu bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Ahrefs & SEMrush
Aplikasi online yang satu ini tidak saja bisa digunakan untuk menerapkan analisis kompetitif bisnis Anda dengan kompetitor secara organik di hasil pencarian Google (keperluan Search Engine Optimization, SEO), tapi juga seberapa besar estimasi pengunjung bulanan, tingkat engagement dari pengunjung, dan kata kunci apa yang digunakan oleh kompetitor untuk menarik pengunjung organik melalui mesin pencair.

Anda juga bisa mencari tahu konten seperti apa yang populer di internet yang dibuat oleh kompetitor Anda sehingga Anda bisa meniru dan membuatnya menjadi lebih bagus lagi.

Selain itu pula Anda juga bisa mempelajari konten seperti apa yang berpotensi untuk menjadi viral di jagad maya sehingga akan lebih mudah bagi Anda dalam mempromosikan bisnis lewat konten-konten pemasaran yang menarik.

SimilarWeb
Aplikasi online ini sangat berguna untuk mengetahui estimasi pengunjung bulanan website kompetitor Anda dan dari mana saja pengunjung datang.

Dengan mengetahui dari mana saja pengunjung datang ke website kompetitor, Anda bisa tahu kanal mana saja yang dimanfaatkan oleh kompetitor dan menjadi fokus mereka dalam menarik pengunjung.

Misalnya, data dari SimilarWeb menunjukkan bahwa Facebook merupakan kanal yang paling banyak mengantar pengunjung ke website kompetitor sehingga bisa disimpulkan bahwa kompetitor tersebut aktif memanfaatkan Facebook dalam kegiatan promosional, entah itu dalam bentuk promosi harian maupun menggunakan jasa periklanan di Facebook.

Aplikasi online lain yang bisa Anda manfaatkan untuk mengumpulkan data kompetitor adalah BuzzSumo, Moz, dan sebagainya.

5. Analisa Kekuatan Kompetitor dengan Menjadi Pengguna Mereka

Bersama dengan metode riset lain yang Anda lakukan menggunakan aplikasi online, ada baiknya Anda juga bertindak sebagai pengguna dari kompetitor.

Tujuannya jelas, yakni untuk mempelajari bagaimana kompetitor merangkul dan memperlakukan penggunanya, strategi apa yang mereka gunakan untuk membangun basis pelanggan setia, dan hal-hal lain yang bisa Anda curi idenya.

Untuk menjadi pengguna kompetitor, Anda bisa mencoba cara berikut:
  • Membeli produk/jasa yang dijual
  • Menjadi pembaca blog kompetitor
  • Menjadi pengikut di media sosial
  • Mendaftar sebagai pengguna dan mencoba sendiri berbagai fitur yang ada di platform yang ditawarkan kompetitor, seperti fitur-fiturnya, customer support-nya, dan lain sebagainya.

Analisis Kompetitif : Data Tambahan
Anda juga bisa memperluas pengetahuan/informasi yang diperoleh dari analisis kompetitif dengan mengumpulkan informasi lain tentang pasar seperti tren khusus dalam industri tertentu serta indikator ekonomi yang ada saat ini.

Selain itu, pertimbangkan pula menerapkan analisis SWOT untuk melengkapi data yang Anda miliki dalam analisis kompetitif Anda, yang nantinya dapat menguraikan Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunity), dan Ancaman (Threat) seputar bisnis Anda maupun bisnis kompetitor.

Dengan menentukan hal-hal tersebut, Anda akan terbantu untuk melihat persaingan secara lebih obyektif dan kemudian membantu Anda dalam membuat pilihan yang lebih cerdas, terinformasi, dan strategi Anda pun menjadi lebih baik dalam persaingan pasar.

Itulah mengapa Anda membutuhkan analisis kompetitif untuk bisnis Anda. Semoga bermanfaat!
loading...

No comments:

Post a Comment